Perdana Festival Bulan Bahasa 2018, Undang Sastrawan Kondang M.Aan Mansyur

Foto: M.Aan Mansyur sastrawan asal Sulawesi Selatan jadi pemateri acara Festival Bulan Bahasa 2018, ketika ia sedang memaparkan materi kepada peserta di Gedung Graha STKIP PGRI Bangkalan, Senin, (22/10/2018).



Bangkalan,Afkar.com ~ Festival Bulan Bahasa yang bertajuk Simponi dalam Satu Bahasa pada 22 - 24 Oktober 2018 yang bertempat di Graha STKIP. Acara dimulai dari pukul 08:30 WIB sampai selesai. Dalam agenda Festival Bulan Bahasa akan dilaksanakan selama tiga hari mulai dari tanggal 22 - 24, Oktober 2018.


 Disamping itu, Ketua baru terpilih STKIP PGRI Bangkalan Didik Hermanto M.Pd. membuka langsung agenda tersebut yang bertempat di Graha STKIP PGRI Bangkalan, Senin (22/10/2018).

 Orang nomer satu STKIP, menyampaikan bahwa menjaga bahasa Indonesia adalah suatu etika yang seharusnya dijaga bersama - sama sebagaimana mestinya.

"Menjaga bahasa Indonesia merupakan etika bersama yang harus kita jaga bersama - sama sebagaimana mestinya, sehingga Festival Bulan Buhasa bagian dari melestarika dan menjaga Bahasa dengan baik," papar dia.

Disisi lain juga, Ketua Pelaksana Sudi Purnama,  mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh dosen, panitia, peserta dan segenap undangan. antusias dan semangat dalam ikut berpartisipasi dalam agenda HImpunan Mahasiswa Bahasa (HIMABA) kali ini.

"Terimakasih kepada seluruh dosen, panitia dan peserta yang ikut mensukseskan Festival Bulan Bahasa 2018 dalam  Seminar Kepenulisan Nasional," kata dia selaku wakil gubernur HIMABA.

Acara tersebut mengundang pemateri kondang asal Sulawesi Selatan, pria yang ahli dibidang kepenulisan Puisi dan cerpen mampu menghipnotis seluruh audience dengan paparan yang lugas, kongkret dan efesien.

Sementara itu, hasil seni nulisnya menghasilkan Beberapa karyanya: kumpulan puisi berjudul Hujan Rintih-Rintih (2005), kumpulan cerpen Kukila (2012), kumpulan puisi Melihat Api Bekerja (2015), dan penulis antologi puisi Tidak Ada New York Hari Ini (2016).

Menurut M. Aan Mansyur dalam materinya, ia menjelaskan bahwa menulis puisi adalah seni berfikir. Tambah dia, puisi salah satu penting bagi hidupnya dan puisi adalah caranya meragukan keyakinan . "Menulis puisi adalah seni berfikir. Bagi saya puisi adalah caranya meragukan keyakinan,'' papar sastrawan muda di depan peserta Kepenulisan Seminar Nasional.

Tidak hanya itu, pria yang berprawakan tinggi kurus itu, memberikan motivasi dan berbagi pengalaman, juga bercerita tentang proses dunia menulis puisi dan cerpen  terhadap peserta. Tak heran jika karya antologi puisi yang berjudul 'Tidak Ada New York Hari Ini' pernah difilmkan 'Ada Apa Dengan Cinta'?2 kedua tokoh 'Rangga dan Cinta.

Tidak hanya itu, peserta asal Prodi Bahasa Indonesia sangat antusias sekali ikut Seminar Kepenulisan Nasional, kata dia bisa menambah motivasi untuk lebih aktif berkarya cipta puisi. "Sangat antuasia sekali, mas. Tidak sia  - sia saya ikut seminar ini. Saya bisa menambah motivasi belajar dan semangat saya untuk menulis,'' tutup Hasanah. (Fen)







0 Response to "Perdana Festival Bulan Bahasa 2018, Undang Sastrawan Kondang M.Aan Mansyur"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Media Kalbar
Foto: PT Riau Wisata Hati (RWH) buka paket Umrah Murah di bulan Ramadhan penuh berkah.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel