Mahasiswa Bangkalan Ibaratkan Kapal Tenggelam



Foto: Effendi, Sebagai profesi nguli tinta LPM Afkar


Afkar.com~ Mahasiswa adalah harapan bangsa masa depan yang identik dengan kaum intelektualitas yang berada di universitas,  lembaga perguruan tinggi dan akademik.

perlu kiranya berpikir secara cermat merealisasikan stigma tentang siswa yang dimahakan secara administratif dan formalitas.

Seorang  ahli  berpendapat mahasiswa menurut Sarwono [1978] – adalah setiap orang yang secara resmi terdaftar untuk mengikuti pelajaran di perguruan tinggi dengan batas usia sekitar 18 – 30 thn.

 Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatan dengan perguruan tinggi.
 Panggilan naluri hati menggiring pengabdian kepada masyarakat Untuk bertindak secara ilmiah sesuai tupoksinya .

Nostalgia tentang gerakan angkatan 66 dan
98 yang mempunyai latar belakang persamaan dan perbedaan dalam aksi menghadapi birokrasi kekuasaan yang sedang berkuasa.

Pada tahun 1966,  menjatuhkan kekuasaan pemerintahan pada waktu itu
Mahasiswa dan meliter. TNI bekerja sama untuk meruntuhkan suatu kubu Komunis bernama Partai Komunis Indonsia.

Sedangkan pada tahun 1998, Mahasiswa tidak mendapat bantuan militer dari TNI ( dikarenakan pemerintah yang ingin dilengserkan waktu itu, Presiden Soeharto, merupakan Mayor Jenderal dari TNI)

Sejak 32 tahun rezim orde baru sebagai kekuasaan berlumur kekerasan.rezim tersebut  telah takluk ditangan Mahasiswa pada waktu itu.
Konstitusi demokrasi berlaku sampai saat ini, harkat martabat mahasiswa telah menjadi sejarah sampai kapanpun.

Sampai saat ini tidak ada peristiwa aksi  heroik seperti dia  yang menjadi sorotan media massa yang mengundang simpati berbagai golongan pasca pemberian kartu kuning terhadap bapak presiden Jokowi Widodo setelah berpidato dalam acara dies natalies ke 68 universitas indonesia, depok.

Seperti dikutip suaramuslim.net Zadit bersama BEM se-UI melakukan aksi tersebut karena menilai kinerja Presiden Jokowi perlu dievaluasi. “Gizi buruk di Asmat, dwifungsi Polri/TNI dan peraturan baru organisasi mahasiswa di penutup tahun 2017 dan awal 2018 menjadi evaluasi untuk Presiden Jokowi agar lebih baik di tahun keempatnya” ujar Zadit.

 Mahasiswa juga merupakan calon intelektual atau cendekiawan minimal berumur 18 - 30 tahun dalam suatu lapisan masyarakat yang sering kali syarat dengan berbagai predikat.

Perlu di ingat kembali  tentang peran mahasiswa adalah sebagai Agent of change artinya melakukan sebuah perubahan dengan kondisi stabil dalam tubuh bangsa terkhusus di daerah Bangkalan.

mahasiswa sebagai iron stock atau calon pengganti pemimpin masa depan, dan perlu disadari bahwa peran tersebut tugas dan  peluang yang sangat besar untuk menggantikan pemimpin sebelumnya supaya lebih baik lagi dan mampu merevisi etos kerja  dari berbagai sektor pejabat pemerintahan.

 dalam pengabdiannya  kepada masyarakat dengan modal intelektualitas , moralitas dan spritual yang seimbang.setidaknya,  mahasiswa memberikan signal kebaikan dan kebenaran meskipun tidak maksimal untuk perubahan positif demi masyarakat bangkalan

Dan mahasiswa sebagai social control atau lebih lugasnya pengontrol kehidupan sosial
Dengan dinamika kehidupan. tentunya, berhadapan persoalan lingkungan masyarakat.

Dengan itulah berbagai masalah yang menyangkut hak masyarakat dalam kebijakan pemerintah.  oleh karena itu, mahasiswa sebagai senjata pamungkas Untuk menyampaikan aspirasi rakyat melalui media massa dan demonstrasi kepada pemerintah yang tidak sesuai dengan kebenaran, penindasan dan ketidakadilan.

Tentunya, situasi dan kondisi harus lebih baik lagi  sebagai perwujudan tanggung jawab untuk memberikan manfaat pada lingkungan sekitarnya.

Lahirnya demokrasi hanya semata - mata bebas penjajahan atas kolonial portugis, belanda, jepang dan sekutunya
Tapi, realitanya mahasiswa Bangkalan ibaratkan " kapal " tenggelam di tengah lautan.

Berbicara peran mahasiswa Bangkalan ada penyimpangan sikap sosialis intoleransi. Mayoritas penyebabnya yaitu bungkamnya peran mahasiswa dengan berbagai persoalan tindak pidana lokal  KKN ( Korupsi, Kolisi dan Nepotisme ) yang jarang disinggung oleh mahasiswa.

disebabkan oleh keapatisan sebagian mahasiswa dalam persoalan umum maupun khusus.jangan salahkan pejabat pemerintah tidak bertanggung jawab atas kinerjanya mulai dari aparat birokrat pemerintah sampai stack holder di bawahnya.  sehingga mereka  menghancurkan hak rakyat yang mempunyai kepentingan ekonomi.

Di sisi lain mahasiswa jarang menegur dan mengkritisi secara konstruktif dan ilmiah terhadap pejabat pemerintah dan  berdasarkan kenyataan yang ada. Bahkan Perilaku tidak wajar  di bawah standar mahasiswa. mungkin tidak bisa move on status"  siswa " di bangku sekolah atau memang tidak sadar atau malah berpura pura tidak sadar tugas dan beban  tanggung jawab Mahasiswa

Berdasarkan media sosial Jawa pos/radar madura telah beredar di ruang publik menyatakan,

Tahun ini polres menargetkan bisa mengungkap dan menuntaskan tiga kasus korupsi. Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengklaim sudah memiliki incaran untuk mewujudkan target itu.

Anis mengatakan, sebenarnya target dari Mabes Polri hanya dua ungkap kasus korupsi. Namun, Polres Bangkalan menaikkan target menjadi tiga kasus. Sebab, pada 2017 lalu lembaganya bisa menyapu bersih target kasus korupsi.

Bahkan suatu aset pemimpin masa depan ( siswa ) kurang di perhatikan secara professional sehingga Lalainya pengawasan dari dinas pendidikan Bangkalan menimbulkan gejala pendidikan dan intervensi dari pihak pihak tertentu yang sangat merugikan siswa.

Berdasarkan data dari media terkemuka di Bangkalan, mengungkapkan Lingkarjatim.com– Para wali murid SDN Gebang 01, Kecamatan Bancaran, Kabupaten Bangkalan mempertanyakan sistem manajemen di SDN Gebang 01. Pasalnya, pengelolaan Di SDN Gebang 01 itu dianggap tidak jelas dan terkesan hanya memanfaatkan muridnya.

Seharusnya mahasiswa menjadi garda terdepan dan langkah solutif Untuk menyampaikan aspirasinya.

Aksi aksi heroik  Muhammad Zadit Taqwa selanjutnya awal kebangkitan peran mahasiswa untuk bangun dari mati surinya. Seyogyanya, sebagai mahasiswa sikap bijaksana ilmiah, kritik konstruktif.

Berbagai ancaman internal dan eksternal Bangkalan menimbulkan penyakit akut melalui kesadaran dan beban moral atas nama predikat sakral  mahasiswa menjadikan problem solving, acuan  langkah berfikir atau landasan berpijak dan motivasi.

Intropeksi diri dan perlunya kajian secara intensif dengan komitmen naluri. Disitulah integritas dan marwah  mahasiswa tidak akan sirna.
Dimana ada gejala, mahasiswa obat pelipur lara! Salam mahasiswa




0 Response to "Mahasiswa Bangkalan Ibaratkan Kapal Tenggelam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Media Kalbar
Foto: PT Riau Wisata Hati (RWH) buka paket Umrah Murah di bulan Ramadhan penuh berkah.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel