Mahasiswa Agamis, Jiwa Nasionalis dengan Sikap Patriotis

Foto: Makmur yang masih aktif saat ini di Himpunan Mahasiswa Jurusan  HIMPIKA 


Opini,Afkar.com~ Merdeka, itulah kalimat yang sering saya dengar setiap kali memperingati hari sejarah nasional. Sejarah bangsa ini dalam memploklamirkan kemerdekaan pada tahun 1945 lalu, kemerdekaan dalam merebutkan kedaulatan bangsa ini dari kekuasaan Bangsa asing mulai dari negara Portugis yang pertama kali menjajah Indonesia pada tahun 1509-1595 sampai yang terakhir negara Jepang di tahun 1942-1945, dan yang paling lama masa penjajahannya adalah negara Belanda.

Negara dengan mayoritas beragama muslim, dan dimerdekakan oleh kebanyakan orang-orang muslim tentunya sangat besar saham yang diberikan kaum muslim atas negara kesatuan ini. Negara yang kemerdekaannya harus mengorbangkan jiwa dan raga bahkan nyawa merupakan buah manis dari pahlawan yang gugur dalam perang, dan yang masih veteran.

 Tetapi apakah bangsa ini benar- benar merdeka sepenuhnya?. Tan Malaka pernah berujar bahwa kemerdekaan ini hanya bagi satu atau dua orang saja, sejatinya kemerdekaan negara ini tidak sepenuhnya di rasakan manis oleh seluruh rakyat indonesia. Sebab pernyataan merdeka bukan  sekadar pernyataan bebas dari penjajahan bangsa lain.

 Merdeka seharusnya menjadi kalimat hangat dan nikmat yang bisa dirasakan oleh segenap individu yang pernah memperjuangkan bangsa ini, bahkan generasi penerus perjuangan atas bangsa ini.

Oleh sebab itu, para penerus bangsa ini terutama para pemuda dan pelajar termasuk mahasiswa seharus nya bisa menjadi garda terdepan dalam memajukan bangsa ini. Sebab merdeka bukan hanya selalu menikmati kenyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan tenang melainkan melanjutkan perjuangan bangsa Indonesia yang di bangun dengan jiwa-jiwa Idealis dan Nasionalis.

Selain itu, mahasiswa juga merupakan generasi usaha bela negara dan bela agama, mahasiswa yang semboyannya agent of social control harus dapat menjaga elektabilitas agama yang ada dalam bangsa ini.

Hubbul wathon minal iman merupakan alasan kenapa bangsa ini harus diperjuangkan, walau saja dahulu pada saat penjajahan di indonesia yang menjajah adalah orang yang bukan beragama islam akan tetapi perjuangan akan Islam masih harus dilanjutkan dengan rasa semangat 45.

Hal ini untuk mencerdaskan bangsa lewat agama memajukan sarana dan prasana unjuk memajukan bangsa demi melanjutkan kemerdekaan yang hampir masih dalam penjajahan moral bagi generasi penerus bangsa. Sikap patriotis terhadap para pahalawan adalah modal untuk melanjutkan jiwa  nasionalis dalam mengembangkan inovasi dan kreasi.

      Mahasiswa Aktif Jurusan PPKN Asal Kokop, Kabupaten Bangkalan

0 Response to "Mahasiswa Agamis, Jiwa Nasionalis dengan Sikap Patriotis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Media Kalbar
Foto: PT Riau Wisata Hati (RWH) buka paket Umrah Murah di bulan Ramadhan penuh berkah.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel